Karakteristik Kucing Himalaya, Harga Dan Tips Merawat

Apa kamu tau kucing persia? ya, kucing persia memiliki hubungan erat dengan kucing himalaya. Dan kucing ini berhasil membuat beberapa orang salah paham dengan pola unik tersebut.

Tenang, karena kucing himalaya ini sering disebut sebagai pemilik variasi warna Colorpoint dari kucing persia. Dan sering disebut juga  pemilik bulu yang panjang dari kucing Siamese.

Sejarah Himalaya

Walaupun memiliki sejarah yang sama dengan kucing persia, tetapi Kucing himalaya bukan jenis kucing yang memiliki umur yang panjang seperti halnya kucing persia dan Kucing anggora.

Nama himalaya bukan diambil atau berkembang didaerah Himalayan, namun, nama himalaya diambil karena hasil referensi warna dari hewan-hewan himalaya. contohnya, seperti kelinci himalaya karena memiliki corak dan warna yang mirip dengan kucing himalaya.

Awal Perkembangan Himalaya

Pada tahun 1930 di Amerika satu jenis kucing dari gabungan kucing persia dan kucing anggora mulai dikembangbiakan di Universitas Harvard. Dari hasil pengembangbiakan ini disebut Siamese-Persian lalu hasilnya dipublikasikan pada tahun 1936 di Journal of Heredity.

Sejarah Kucing Himalaya

Kucing himalaya dapat pengakuan dari beberapa asosiasi fancier kucing pada tahun 1950, hasil program persilangan Brian Sterling-Web yang berbasis bahasa inggris pada tahun 1955 GCCF (Governing Council of the Cat Fancy) diakui hasil persilangan itu dengan sebutan Longhaired Colorpoint.

Dan secara bersamaan pada awal tahun 1950 juga dilakukan program pengembangbiakkan oleh Mrs. Goforth dan hasil program tersebut tidak sia-sia. CFA (Cat Fancier Organization) juga mengatakan bahwa jenis kucing tersebut jenis kucing baru, dan pengakuan tersebut berakhir pada tahun 1957.

Ciri Fisik Kucing Himalaya

Ada cara yang mudah untuk membedakan kucing himalaya dengan jenis kucing persia lainnya, Karena secara umum penampilan kucing himalaya sangat identik dengan kucing persia.

Bentuk Tubuh

Saat ini rata-rata himalaya memiliki tubuh yang seragam. Tapi kemampuan melompat kucing himalaya tidak sebaik jenis kucing lainnya, karena memiliki kaki dan tangan yang pendek dengan bentuk tubuhnya yang relatif panjang dan bundar yang sering disebut cobby yang sangat identik dengan persian.

Dan banyak himalaya berpenampilan seperti Siamese dengan tubuh yang lebih langsing pada tahun 1960.

Bentuk Kepala

kucing ini memiliki bentuk kepala yang sama dengan kucing persia yaitu berbentuk Doll-Face dan Peke-Face. Bentuk Doll-Face adalah bentuk tradisional dan bentuk awal dengan ciri khas hidung yang lebih panjang dan tidak ekstrim. Kemudian Peke-Face merupakan bentuk wajah yang ekstrim dimana hidung dan matanya lebih pesek.

Jenis Bulu

Memiliki bulu yang tebal dan lebat seluruh tubuhnya. Dan memiliki warna corak colorpoint yaitu, corak yang pada bagian ekstrim seperti wajah, tangan-kaki, hidung, dan ekor memiliki warna gelap dan sementara itu di bagian tubuh lainnya berwarna terang.

Gambar Kucing Himalaya

Tubuhnya biasanya berwarna putih atau krim, untuk membedakan  warnanya adalah pada “point”  bisa memiliki warna biru, coklat, oranye, hitam, atau lilac.

Sifat Kucing Himalaya

Kucing ini memiliki sifat yang unik dan secara garis besar sifat yang dimilikinya sama dengan kucing persia lainnya. Apakah sifat itu yang diturunkan dari kucing Siamese juga? dan ini beberapa sifat yang membedakan antara himalaya dengan persia lainnya.

Dibandingkan kucing persia, himalaya merupakan kucing yang kalem dan sering berbicara dan lebih berisik sifat ini diturunkan dari sifat alamiah siamese.

Kucing ini lebih senang bermain daripada kucing persia walaupun memiliki sifat tenang, tentu saja sifat ini diturunkan oleh Siamese. Kamu bisa mengajarkan dia bermain karena selain aktif  kucing himalaya juga lebih cerdas dibandingkan kucing persia.

Isu Kesehatan Yang Dimiliki Himalaya

Kucing himalaya memiliki penyakit turunan yaitu, Polycystic kidney disease (PKD)  penyakit yang menyebabkan gagal ginjal pada kucing himalaya dewasa dan terjadi dengan kemungkinan 34-49%.

Selain itu juga sering terjadi penyakit genetik pada kucing umumnya yaitu, Hypertrophic cardiomyopthy (HCM) penyakit ini merupakan penyakit penebalan pada bilik jantung kiri si kucing.

Dan ada isu genetika lainnya yaitu, dimana penglihatan kucing bisa terganggu sehingga resiko terbesarnya adalah kebutaan yang disebut Progressive Retinal Athropy.

Isu Kesehatan pada Peke-Face dan Solusinya

Isu yang sering dijumpai pada peke-face adalah pernafasan dan mata berair, Untuk masalah isu pernafasan jika kamu melihat kucing himalaya kamu kesulitan bernafas atau wajah yang seperti sesak segera kamu bawa ke dokter hewan terdekat.

Dan untuk isu air matanya kamu cukup mengamatinya dan jangan biarkan ketika mata si kucing berair atau memiliki belek kamu harus rutin mengelapnya dengan lap basah yang lembut atau tissue dan jika dibiarkan menumpuk akan menyebabkan iritasi.

Makanan Kucing Himalaya

Karena memiliki bulu yang lebat sebaiknya kamu memberi makanan yang menunjang kesehatan bulunya. Nutrisi yang diperlukan terbagi menjadi 3 point yaitu, 45% protein, 20% karbohidrat dan sisanya 35% lemak.

Untuk pemberian makanan kering atau basah dan untuk kitten berikan mereka paling tidak 5 kali sajian, Nah untuk persajian makanan sekirat 5 gram. Dan untuk yang berumur 6-8 bulan berikan dengan takaran 30 gram sajian untuk makanan selama 3 hari.

Harga Kucing Himalaya

Ada beberapa relevasi harga terkait dengan sudah divaksin atau tidak. Dalam umurnya juga cukup berpengaruh jadi anda harus menyiapkan keuangan yang cukup sebelum ke toko kucing.

UmurVaksinHarga
3 BulanBelumRp. 800.000
3 BulanSudahRp. 1.200.000
6 BulanBelumRp. 1.000.000
6 BulanSudahRp. 1.600.000
Breed QualityWajibRp. 7.000.000 – 10.000.000
Top QualityWajibRp. 15.000.000 – 25.000.000

Grooming Kucing Himalaya

Grooming untuk kucing ini sedikit merepotkan karena memiliki bulu yang lebat dan panjang,  grooming yang ingin kamu lakukan dirumah cukup menyisir secara rutin bulunya itu wajib dilakukan. Dan harus dimandikan paling tidak satu bulan sekali, untuk mencegah kutu dan kotoran yang masih menempel pada bulunya.

Jika kamu berminat untuk merawatnya, maka rawatlah didalam rumah karena, kucing ini memiliki sifat yang kalem dan cenderung lebih aktif. Dan kucing himalaya akan stress jika kamu meninggalkan kucing ini sendirian karena memiliki sifat affectionate dan baik secara sosial. Untuk kamu yang ingin merawatnya jangan ditinggal sendiri dirumah ya..

Kesimpulan

Untuk perawatan kucing himalaya ini cukup menguras kantong dibandingkan perawatan kucing lainnya, karena dari segi penyakit genetika yang dimiliki kucing ini sangat membutuhkan perawatan yang sangat ekstra.

You May Also Like

About the Author: haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *